Nilai Kehidupan dari Film Spongebob Squarepants
"Gengsi"
Saya akan menjelaskan tentang nilai kehidupan yang terdapat di film Spongebob Squarepants yang berjudul "Squilliam Returns". Di dalam film ini menjelaskan tentang sifat gengsi seseorang. pertama-tama saya akan menceritakan cerita dari film ini dahulu.
Suatu
hari di Krusty Krab yang membosankan bagi Squidward. Ia sedang menunggu waktu
untuk pulang dan akhirnya waktu yang ia nantikan tiba. Ia langsung pulang begitu saja tanpa permisi pada Spongebob yang berada
disampingnya. Ketika beberapa meter dari depan Krusty Krab, Squidward mendengar
suara Squilliam yaitu saingannya. Squilliam sedang berjalan dan berbicara
dengan teman-temannya tentang kemewahan yang dimilikinya.
Squidward
yang tau akan berpas-pasan dengan Squilliam, ia langsung membuang topi kerjanya
ke tempat sampah yang berada disampingnya karna malu akan diejek oleh Squilliam
jika ia memakai topi itu. Belum sempat topi itu masuk ketempat sampah, Squilliam
sempat melihat topi itu. Dengan sombongnya Squilliam membicarakan kemewahannya
di hadapan Squidward. Squidward mendengar semua ocehan yang keluar dari mulut
Squilliam dengan hati memanas. Karna gengsi dengan Squilliam, Squidward tanpa
menggunakan otaknya, ia langsung berbicara kepada Squilliam bahwa ia mempunyai
restoran bintang 5 dan termewah di Bikini Bottom. Tetapi Squilliam tidak
percaya akan pernyataan dari Squidward dan ia meminta bukti kepada Squidward.
Dan sekali lagi tanpa menggunakan otaknya, Squidward akan membuktikan
perkataanya. Lalu Squilliam meminta kepada Squidward untuk menunjukan buktinya
esok hari.
Keesokan harinya Squidward pergi ke
ruangan tuan Krab. Ia ingin meminta izin kepada tuan Krab untuk menyewa Krusty
Krab sehari. Dengan negosiasi yang cukup rumit, akhirnya tuan Krab
mengizikannya.
Pada kesempatan ini Squidward
menugaskan karyawan Krusty Krab beserta bosnya untuk menata ulang Krusty Krab
menjadi restoran mewah. Pada tugas ini tuan Krab ditugaskan untuk menjadi koki
restoran, Spongebob menjadi Pelayan, dan karyawan tambahan yang tidak ketahuan
kapan datangnya yaitu Patrick untuk menjadi penjaga topi pelanggan. Beberapa saat kemudian hal yang tidak
diinginkan oleh Squidward terjadi. Tuan Krab membuat eksperimen yang sangat
ekstrim sehingga membuat masakannya meledak. Spongebob yang tidak bisa menjadi
pelayan karena pusing untuk menghafal buku yang sangat tebal. Dan Patrick yang bukannya menjaga tempat menaruh topi malah dipukulinya.
Melihat akan situasi ini Squidward terdiam dan hanya meratapi nasibnya.
Sejenak
Squidward melihat keluar dan berharap Squilliam tidak datang. Ia pergi keluar
restoran dan mengagetkan, ternyata Squilliam sudah tiba. Squidward panik dan ia
ingin mengatakan yang sejujurnya kepada Squilliam. Tanpa basa-basi, Squilliam
meminta Squidward untuk masuk ke restorannya. Squidward pun pasrah dan siap
menerima ejekan dari Squilliam. tetapi ketika memasuki restoran Squilliam dan
Squidward terkejut karena restorannya berubah menjadi restoran bintang 5 dan
mewah. Squilliam merasa takjub karena bukan hanya restorannya yang terlihat
mewah tetapi pelayannya juga sangat baik. Squidward dengan sombongnya meminta
Squilliam untuk mengumumkan kalau ia percaya kepada Squidward dan ia tak lebih
baik daripada Squidward. Karena penasaran, Squilliam menyakan nama pelayan
restorannya karena pelayanannya yang sangat ramah dan baik. Tetapi Spongebob
lupa akan namanya karena ia menghapus semua ingatan yang tidak ada kaitannya
dengan restoran. spongebob semakin pusing dan ia lepas kendali bak orang
kesurupan. Dengan seketika restoran pun porak poranda seperti terkena terjangan
angin topan. Squidward pun kembali terdiam dan akhirnya mengaku kalau ia hanya
seorang kasir Krusty Krab.
Squidward melakukan semua ini karena
ia menuruti nafsunya dan gengsi terhadap sainganya yaitu Squilliam.
Hal ini seperti halnya dengan orang yang gengsi terhadap orang lain. Ia
selalu menuruti nafsunya dan menghalalkan segala cara tanpa berpikir terlebuh
dahulu demi rasa gengsinya tersebut. Ia selalu melakukan cara yang dirasa tidak
mungkin apabila kita lihat dari kemampuanya atau memaksa seperti Squidward
tersebut.
Pejabat-pejabat
negeri ini hampir semua dari mereka mempunyai rasa gengsi yang sangat tinggi.
Hal itu dibuktikan dengan kendaran yang mewah, rumah gedongan, dan selalu
dikawal kemana-mana yang akan menambah kemacetan saja terutama di Ibukota ini.
Untuk memenuhi rasa gengsi ini pejabat-pejabat tersebut melakukan caranyab yang
bisa dibilang mereka seperti tidak mempunyai otak dan hati. Mereka menaikan
pajak, menaikan harga sembako dan bbm, dan terlebih laknatnya mereka korupsi
uang rakyat. Mreka tidak pernah memikirkan dampak dari apa yang mereka lakukan,
padahal jika semua uang itu digunakan denga seharusnya dan selayaknya maka
negeri ini akan menjadi lebih baik dan lebih maju setidaknya dengan
negara-negara tetangga atau ASEAN. Selain harta, sekarang banyak pejabat yang
menaikan gengsinya dengan beristri banyak.
Selain
para pejabat, para partai politik pun juga menaikan gengsi mereka masing-masing.
Hal ini dilakukan untuk menarik simpati masyarakt untuk pencalonan presiden.
Hal ini akan berdampak negatif untuk negeri ini karena tujuan mereka hanya
mencari nama saja bukan untuk memajukan negeri ini. Mereka saling berebut
kekuasaan.
Seperti
dualisme antara PSSI dan KPSI yang saling memperebutkan kekuasaan tertinggi
dalam kepengurusan persepakbolaan Indonesia. Mereka saling gengsi satu sama
lain, Sulit untuk dipersatukan. Alhasil persepkbolaan Indonesia menjadi
terlantar karena kedua kepengurusan ini hanya mementingkan kelompoknya saja
bukan memperhatikan sepak bola yang seperti seharusnya. Walaupun mereka sudah
dikecam oleh masyarakat bahkan FIFA. Tetapi mereka tetap gengsi dan menganggap
kelompoknya lebih baik daripada kelompok sainganya.
Pada
pertemuan bangsa-bangsa atau PBB, Presiden kita pun tidak luput dari rasa
gengsi terhadap negara lain. Indonesia ikut menyumbang
dana pada PBB. Hal itu dilakukan agar negara-negara lain tidak memandang rendah
negaraa Indonesia .
Padahal pada saat itu Indonesia
sedang terpuruk. Seandainya dana itu digunakan untuk Indonesia sendiri, tentunya itu
akan lebih bermanfaat.
Sebagian besar politisi di seluruh
dunia, termasuk di Indonesia ,
biasanya memiliki gaya
hidup yang berbeda 180 derajat dengan rakyat pemilihnya. Tinggal di rumah
mewah, pakaian mahal, mobil mewah, dan gaji besar. Namun, semua hal itu tidak
berlaku bagi Presiden Uruguay ,
Jose Mujica. Sejak dilantik menjadi presiden pada 2010 lalu, politisi berusia
77 tahun ini layak mendapat gelar presiden termiskin di dunia. Bagaimana tidak,
pria bernama lengkap José Alberto Mujica Cordano ini mendonasikan 90 persen
gajinya setiap bulan, yaitu 12.000 dollar AS atau hampir Rp 120 juta, untuk
berbagai kegiatan amal. Tak hanya itu, pria yang oleh kawan-kawannya dipanggil
Pepe ini juga menolak tinggal di kediaman resmi kepresidenan di ibu kota , Montevideo .
Mujica lebih memilih tinggal di tanah
pertanian di luar ibu kota. Bahkan, jalan menuju kediaman Mujica belum dilapisi
aspal. Tak ada penjagaan ketat pasukan elite kepresidenan. Hanya dua polisi dan
anjingnya yang hanya memiliki tiga kaki, Manuela, yang terlihat mengawasi di
pintu masuk pertaniannya. Di pertaniannya, Mujica dan istrinya bahkan menanam
sendiri bunga-bunga yang menjadi pemasukan baginya.
Apa alasan Mujica memilih hidup sederhana
meski jabatannya adalah seorang presiden? "Hampir seluruh hidup saya
habiskan dengan cara seperti ini. Saya bisa hidup baik dengan apa yang saya
miliki saat ini," kata Mujica sambil duduk di sebuah kursi tua di
kebunnya. Dengan mendonasikan sebagian besar gajinya sebagai presiden untuk
rakyat miskin dan pengusaha kecil, maka setiap bulan Mujica hanya menerima
kurang dari Rp 800.000. Pada 2010, ketika kekayaan pribadinya diumumkan—yang
merupakan kewajiban pejabat publik Uruguay, saat itu total kekayaan Mujica
hanya 1.000 dollar AS atau kurang dari Rp 10 juta. Uang sebanyak itu hanya bisa
digunakan untuk membeli sebuah mobil VW Beetle keluaran 1987. Setelah dua tahun
menjadi presiden, kekayaan Mujica memang bertambah. Itu pun setelah dia menambahkan
aset milik istrinya berupa tanah, beberapa traktor, dan sebuah rumah.
Kekayaannya mencapai 215.000 dollar AS atau sekitar Rp 2 miliar, masih
terbilang miskin untuk seorang kepala negara. Bahkan, kekayaan Wapres Daniel
Astori dua pertiga kali lebih besar ketimbang orang nomor satu di negeri juara
dunia sepak bola pertama kali itu.
Jadi sifat gengsi itu harus dihilangkan dari dalam diri seseorang. Dan
apabila ingin menjadi pemimpin atau pejabat, yang pertama kali dilakukan adalah
bunuh sifat gengsi itu sendiri. Coba bayangkan jika pejabat-pejabat dan
pemimpin negeri ini tidak mempunyai gengsi untuk dirinya sendiri, pasti negeri
ini akan menjadi negeri yang lebih baik, lebih makmur, dan lebih maju.
Comments
Post a Comment